Advertisement
Warga di sejumlah wilayah Kota Bekasi, seperti Bojongrawalumbu, Durenjaya, Rawalumbu, hingga Bekasi Timur, sempat mengeluhkan terjadinya pemadaman listrik bergilir yang berlangsung selama beberapa jam. Keluhan warga terutama muncul karena pemadaman dinilai terjadi tanpa pemberitahuan yang matang, sehingga mengganggu aktivitas harian, pekerjaan, hingga kebutuhan rumah tangga.
Pemadaman tersebut dirasakan warga dengan durasi yang berbeda-beda. Sebagian warga melaporkan listrik padam sejak siang hingga sore, sementara sebagian lainnya baru kembali menyala pada malam hari. Berdasarkan laporan yang beredar, wilayah terdampak antara lain Rawalumbu, Pengasinan, Bojongrawalumbu, Durenjaya, dan sejumlah titik di Bekasi Timur. Salah satu warga Rawalumbu mengaku aktivitas pekerjaannya terganggu karena jaringan Wi-Fi mati, perangkat elektronik tidak bisa digunakan, serta ponsel sulit diisi daya saat listrik padam.
PLN menjelaskan bahwa pemadaman bergilir tersebut berkaitan dengan kegiatan penguatan dan pemeliharaan jaringan distribusi listrik. Kegiatan ini disebut dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan pasokan listrik kepada masyarakat. Dalam prosesnya, PLN perlu melakukan pengaturan pasokan listrik atau manajemen beban di sejumlah wilayah, sehingga terjadi pemadaman secara bergilir dengan durasi yang bervariasi.
Meski demikian, warga tetap menyayangkan kurangnya informasi sebelum pemadaman dilakukan. Bagi masyarakat perkotaan, listrik bukan hanya kebutuhan penerangan, tetapi juga menunjang pekerjaan, pendidikan, komunikasi, usaha kecil, hingga layanan rumah tangga. Ketika listrik padam tanpa pemberitahuan jelas, warga kesulitan melakukan antisipasi, seperti mengisi daya perangkat, menyiapkan koneksi internet cadangan, atau mengatur jadwal pekerjaan.
Pemadaman Listrik Bergilir di Bekasi Dikeluhkan Warga, PLN Sebut Ada Pemeliharaan Jaringan
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya komunikasi publik yang lebih cepat dan merata dari penyedia layanan listrik. Pemeliharaan infrastruktur memang diperlukan agar pasokan listrik lebih andal dalam jangka panjang. Namun, pemberitahuan kepada pelanggan juga menjadi bagian penting dari pelayanan, terutama jika pemadaman sudah direncanakan dan berpotensi berdampak pada banyak wilayah.
Ke depan, PLN diharapkan dapat memperkuat sistem pemberitahuan melalui berbagai kanal, seperti media sosial resmi, pesan singkat, aplikasi layanan pelanggan, pengumuman kelurahan, hingga koordinasi dengan RT/RW setempat. Dengan informasi yang lebih jelas mengenai jadwal, wilayah terdampak, dan estimasi waktu pemulihan, masyarakat dapat lebih siap menghadapi pemadaman sementara.
Pemadaman listrik bergilir di Bekasi menjadi pengingat bahwa peningkatan infrastruktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas komunikasi kepada publik. Warga pada dasarnya dapat memahami adanya pemeliharaan jaringan, selama informasi disampaikan secara terbuka, tepat waktu, dan mudah diakses.
